Prof Masduki Guru Besar UII Berharap Kapolri Yang Baru Menekankan Pentingya Profesionalisme
Guru Besar Universitas Islam Indonesia (UII), Masduki, menilai pergantian Kapolri dari Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada Jenderal Suyudi Ario Seto dilakukan terlambat. Menurutnya, tuntutan masyarakat terkait perubahan kepemimpinan di tubuh Polri telah muncul sejak menjelang berakhirnya masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, namun pemerintah dinilai lamban merespons aspirasi dan dinamika tersebut. Ia juga menyoroti sejumlah persoalan yang menurutnya telah memengaruhi citra Polri, termasuk isu keberpihakan dan tindakan represif terhadap kebebasan berpendapat. Masduki berharap pergantian pimpinan Polri menjadi momentum untuk melakukan pembenahan internal dan mengembalikan institusi kepolisian pada fungsi utamanya sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. Ia menekankan pentingnya profesionalisme Polri dengan mengurangi penugasan yang berada di luar tugas pokoknya, serta memperkuat upaya pemberantasan korupsi, kolusi, nepotisme (KKN), dan penyalahgunaan kewenangan. Menurutnya, langkah reformasi tersebut perlu dilakukan sejak awal kepemimpinan Suyudi Ario Seto agar pergantian pucuk pimpinan dapat diikuti dengan perbaikan institusional yang nyata.

Guru Besar Universitas Islam Indonesia (UII), Masduki, menilai pergantian Kapolri dari Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada Jenderal Suyudi Ario Seto dilakukan terlambat. Menurutnya, tuntutan masyarakat terkait perubahan kepemimpinan di tubuh Polri telah muncul sejak menjelang berakhirnya masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, namun pemerintah dinilai lamban merespons aspirasi dan dinamika tersebut. Ia juga menyoroti sejumlah persoalan yang menurutnya telah memengaruhi citra Polri, termasuk isu keberpihakan dan tindakan represif terhadap kebebasan berpendapat.
Masduki berharap pergantian pimpinan Polri menjadi momentum untuk melakukan pembenahan internal dan mengembalikan institusi kepolisian pada fungsi utamanya sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. Ia menekankan pentingnya profesionalisme Polri dengan mengurangi penugasan yang berada di luar tugas pokoknya, serta memperkuat upaya pemberantasan korupsi, kolusi, nepotisme (KKN), dan penyalahgunaan kewenangan. Menurutnya, langkah reformasi tersebut perlu dilakukan sejak awal kepemimpinan Suyudi Ario Seto agar pergantian pucuk pimpinan dapat diikuti dengan perbaikan institusional yang nyata.

Kayla Nur Aisyah Achmad
Jurnalis yang berfokus pada reportase naratif, isu-isu sosial kemanusiaan, dan kebudayaan. Berkomitmen menghadirkan kisah berimbang dari akar rumput.


