Kamis, 5 November 2026
Investigasi4 menit baca•2026-10-07•0 pembaca

Membaca Relasi Prabowo, Jokowi, dan Megawati di Tengah Peta Politik Nasional

Dinamika politik nasional kembali menyoroti posisi Presiden Prabowo Subianto di antara dua tokoh politik besar, yakni Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Konstelasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai arah hubungan ketiga tokoh, terutama terkait siapa yang masih menjadi mitra politik dan siapa yang berpotensi berada di posisi berseberangan.

Membaca Relasi Prabowo, Jokowi, dan Megawati di Tengah Peta Politik Nasional
Bagikan:

Dinamika politik nasional kembali menyoroti posisi Presiden Prabowo Subianto di antara dua tokoh politik besar, yakni Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Konstelasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai arah hubungan ketiga tokoh, terutama terkait siapa yang masih menjadi mitra politik dan siapa yang berpotensi berada di posisi berseberangan.

Hubungan Prabowo dengan Jokowi sebelumnya terlihat erat, khususnya setelah keduanya berpasangan secara politik pada Pilpres 2024. Namun, perkembangan politik belakangan ini turut memunculkan spekulasi mengenai perubahan konfigurasi hubungan tersebut. Di sisi lain, komunikasi antara Prabowo dan Megawati juga kembali menjadi perhatian setelah keduanya menunjukkan hubungan yang lebih terbuka. Pertemuan Prabowo dan Megawati sebelumnya dinilai memiliki arti strategis karena memperlihatkan adanya ruang komunikasi meskipun PDI Perjuangan tidak bergabung dalam koalisi pemerintahan.

Kondisi tersebut membuat posisi Prabowo dinilai berada di tengah konfigurasi politik yang dinamis. Kedekatan dengan satu tokoh tidak serta-merta menunjukkan permusuhan dengan tokoh lainnya, mengingat strategi politik pemerintah dapat mencakup komunikasi dengan berbagai kelompok. Dengan demikian, hubungan Prabowo, Jokowi, dan Megawati masih menjadi bagian dari dinamika politik yang terus berkembang dan belum dapat secara pasti dikategorikan sebagai hubungan kawan maupun lawan.

Bagikan:
Benny Sitorus
Tentang Penulis

Benny Sitorus

Jurnalis yang berfokus pada reportase naratif, isu-isu sosial kemanusiaan, dan kebudayaan. Berkomitmen menghadirkan kisah berimbang dari akar rumput.

Artikel Terkait Lainnya

Bivitri Soroti Putusan MK, Polemik Pendidikan Gibran Dinilai Belum Berakhir
Opini
4 menit baca•2026-10-07

Bivitri Soroti Putusan MK, Polemik Pendidikan Gibran Dinilai Belum Berakhir

Pakar hukum tata negara Bivitri Susanti menilai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait polemik persyaratan pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka justru membuka persoalan baru. Menurut Bivitri, meskipun MK tidak menerima gugatan karena para pemohon dinilai tidak memiliki kedudukan hukum atau *legal standing*, Mahkamah tetap mengungkap adanya persoalan mengenai bukti kelulusan pendidikan setara SMA yang menjadi salah satu syarat pencalonan Gibran pada Pilpres 2024.

Haryasena Dharmasahakti
Haryasena Dharmasahakti
Research
Pengamat Ray Rangkuti Dorong Permasalahan Ijasah Wapres Gibran Di Bahas Dalam Forum DPR
Opini
4 menit baca•2026-10-07

Pengamat Ray Rangkuti Dorong Permasalahan Ijasah Wapres Gibran Di Bahas Dalam Forum DPR

engamat politik Ray Rangkuti mendorong agar persoalan terkait syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dapat dibahas melalui forum di DPR. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Mahkamah Konstitusi (MK) dalam putusannya menyatakan tidak menemukan bukti yang meyakinkan mengenai kepemilikan ijazah atau dokumen kelulusan setara SMA milik Gibran dari pendidikan di luar negeri.

Irfan Andi Saputra
Irfan Andi Saputra
Jurnalis