Pengamat Ray Rangkuti Dorong Permasalahan Ijasah Wapres Gibran Di Bahas Dalam Forum DPR
engamat politik Ray Rangkuti mendorong agar persoalan terkait syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dapat dibahas melalui forum di DPR. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Mahkamah Konstitusi (MK) dalam putusannya menyatakan tidak menemukan bukti yang meyakinkan mengenai kepemilikan ijazah atau dokumen kelulusan setara SMA milik Gibran dari pendidikan di luar negeri.

Pengamat politik Ray Rangkuti mendorong agar persoalan terkait syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dapat dibahas melalui forum di DPR. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Mahkamah Konstitusi (MK) dalam putusannya menyatakan tidak menemukan bukti yang meyakinkan mengenai kepemilikan ijazah atau dokumen kelulusan setara SMA milik Gibran dari pendidikan di luar negeri.
Menurut Ray, DPR dapat menjadi ruang untuk membuka pembahasan dan memberikan kesempatan kepada Gibran beserta pihak yang mendukungnya untuk menunjukkan dokumen yang membuktikan bahwa persyaratan pendidikan tersebut telah terpenuhi. Ia menilai persoalan akan dapat dianggap selesai apabila bukti yang dipermasalahkan dapat ditunjukkan dan diverifikasi secara terbuka dalam forum tersebut.
Usulan tersebut muncul di tengah tindak lanjut atas putusan MK pada 6 Oktober 2026. Meskipun MK menemukan persoalan terkait bukti pendidikan Gibran, Mahkamah menyatakan tidak memiliki kewenangan untuk membatalkan atau mendiskualifikasi Gibran dari jabatan Wakil Presiden. MK menyebut penilaian mengenai terpenuhi atau tidaknya persyaratan calon presiden dan wakil presiden merupakan kewenangan lembaga lain sesuai ketentuan konstitusi.
Ray menilai polemik tersebut sebaiknya tidak berhenti pada perdebatan publik. Dengan adanya forum di DPR, pihak terkait dapat memberikan penjelasan sekaligus menghadirkan bukti yang diperlukan sehingga persoalan mengenai status pendidikan Gibran dapat memperoleh kejelasan. Pandangan Ray ini merupakan usulan politik dan bukan keputusan atau sikap resmi DPR.

Irfan Andi Saputra
Jurnalis yang berfokus pada reportase naratif, isu-isu sosial kemanusiaan, dan kebudayaan. Berkomitmen menghadirkan kisah berimbang dari akar rumput.


