Senin, 21 September 2026
Sosok6 menit baca2026-09-211 pembaca

Dokter Apung di Kepulauan Terluar: 15 Tahun Mengarungi Gelombang Demi Pelosok Negeri

Dengan perahu motor kayu sederhana berkapasitas 5 GT, dr. Hendra berkeliling dari pulau karang ke pulau karang. Baginya, sumpah dokter tidak berhenti di ruang klinik berpendingin udara, melainkan berlabuh di dermaga-dermaga yang terlupakan.

Ahmad Putra

Jurnalis Narasi & Investigasi • BHATARA DALANG

Dokter Apung di Kepulauan Terluar: 15 Tahun Mengarungi Gelombang Demi Pelosok Negeri
Bagikan:

Ketika ombak musim barat menerjang perairan Kepulauan Anambas dengan tinggi mencapai empat meter, kebanyakan nakhoda kapal memilih menambatkan perahu di teluk terlindung. Namun bagi dr. Hendra Gunawan (47), panggilan radio darurat dari seorang bidan desa di Pulau Jemaja adalah perintah yang tak bisa ditunda.

"Seorang ibu muda mengalami pendarahan hebat pascamelahirkan. Jika menunggu kapal feri perintis yang hanya lewat seminggu sekali, nyawanya tidak akan tertolong," kenang dr. Hendra sembari mengecek tabung oksigen portabel di haluan kapalnya.

Kapal kayu berukuran 12 meter yang dinamai "Klinik Bahari" itu telah menjadi rumah kedua bagi Hendra selama 15 tahun terakhir. Di dalam kabin sempit berlapis terpal, terdapat tempat tidur periksa sederhana, lemari pendingin bertenaga surya untuk menyimpan vaksin, serta defibrilator darurat.

Lulusan salah satu fakultas kedokteran ternama di Jakarta ini awalnya hanya ditugaskan untuk program pengabdian dua tahun. Namun keterisolasian warga kepulauan yang harus menempuh 18 jam perjalanan laut hanya untuk bertemu dokter spesialis membuatnya memutuskan untuk menetap.

Hingga hari ini, lebih dari 300 persalinan darurat dan ribuan pengobatan malaria serta infeksi pernapasan telah ia tangani di atas gelombang. Bagi ribuan nelayan dan keluarga pulau karang, deru mesin perahu dr. Hendra adalah suara harapan yang memastikan mereka tidak ditinggalkan sendirian di beranda terluar republik.

Bagikan:
Tentang Penulis

Ahmad Putra

Jurnalis independen yang berfokus pada reportase naratif, isu-isu sosial kemanusiaan, dan kebudayaan. Berkomitmen menghadirkan kisah berimbang dari akar rumput.

redaksi@narasi.com@ahmadputra@ahmadputra

Artikel Terkait Lainnya